Rabu (8/4/2009) menjadi sebuah hari yang pahit di Anfield. Mengapa demikian? Sebab pada hari itu, The Blues, Chelsea berhasil mengandaskan perlawanan anak buah Rafa Benitez dalam 1st leg UEFA Champions League di stadion Anfield, Liverpool. Kekalahan ini tidak hanya menjadi kerikil dalam jalan Liverpool menuju final LC di Roma, melainkan menjadi sebuah revenge Chelsea atas Liverpool setelah The Blues dipermalukan dua kali dalam kancah Premier League oleh The Reds baik di anfield maupun di Stamford Bridge.Pada 45 menit babak pertama, pertandingan berjalan imbang meskipun ball possesion lebih dikuasai Liverpool. Chelsea dikejutkan melalui gol pertama Fernando Torres pada menit ke-6. Meski sempat membuat beberapa peluang dari Torres, Kuyt, dan Arbeloa, The Reds justru kecolongan melalui gol Branislav Ivanovic pada menit 39 via tendangan sudut. Pada babak kedua, The Reds justru nirpeluang dan kehilangan kontrol permainan. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh pasukan Guus Hiddink dengan menambah dua gol lagi dari Ivanovic ('62) kembali via tendangan sudut dan Drogba ('67) yang menyambar crossing Malouda. Hasil buruk ini mengekspos dengan jelas rentannya lini belakang Liverpool terhadap set piece dan counter attack yang cepat. Di samping itu, kekalahan ini juga mempersulit langkah Liverpool ke babak semifinal. Namun, saya cukup optimis The Reds mampu menekuk Chelsea dengan margin 3 gol di Stamford Bridge.
Sabtu (11/4/2009) seolah menjadi ajang pelampiasan atas kegagalan The Reds di ajang LC. Meski tanpa Steven Gerrard yang cedera, Blackburn berhasil dilibas 4-0. Keempat gol tersebut disumbangkan oleh Torres ('5 & '33), Agger ('83), dan Ngog ('90). Praktis dalam pertandingan ini The Reds memegang penuh alur permainan dan permainan cepat yang ditampilkan The Reds kali ini amat jauh berbeda dengan yang mereka tampilkan saat ditumbangkan Chelsea. Dalam pertandingan ini, Torres membuktikan kapabilitasnya sebagai mesin pencetak gol yang ulung dan dalam pertandingan ini juga jelas terlihat peran Mascherano sebagai stabilisator di lapangan tengah. Hasil positif ini turut memberikan sinyal tekanan kepada MU yang saat ini menduduki puncak klasemen sementara Liga Inggris.Demikianlah kisah duka dan suka dari Stadion Anfield, Liverpool minggu ini.....

.jpg)



0 comment(s):
Post a Comment