Pada Sabtu 16/5/2009, Manchester United berhasil mengukuhkan titel Premier League mereka yang ke-18 setelah menahan imbang Arsenal 0-0. Keberhasilan MU tersebut sekaligus mengubur asa Liverpool untuk meraih gelar juara Premier League setelah puasa gelar liga selama 19 tahun.Sebenarnya, penampilan Liverpool musim 2008/2009 ini cukup mengesankan, bahkan dapat dikatakan yang terbaik selama kepemimpinan Rafa Benitez di Anfield. Catatan hanya 2 kali kalah menjadi bukti kesaktian The Reds musim ini. Rekor head-to-head Liverpool dengan penghuni The Big Four yang lain musim ini terbilang sensasional. Mengalahkan MU dan Chelsea tandang maupun kandang serta dua kala ditahan seri Arsenal adalah buktinya. Di samping itu, Liverpool sudah mulai meninggalkan ketergantungannya terhadap poros Torres-Gerrard. Kombinasi Kuyt - Benayoun di lini serang Liverpool cukup mumpuni dalam urusan menjebol gawang lawan. Namun, penyakit lama Liverpool belum sembuh juga, yaitu hasil buruk melawan tim-tim medioker. Sebut saja rentetan hasil seri sepanjang bulan Januari - Februari yang kala itu The Reds hanya harus melayani perlawanan Wigan, Fulham, Hull City, dan ditutup dengan kekalahan dari Middlesbrough. Hasil-hasil buruk tersebut praktis membuat perolehan nilai The Reds dapat disalip oleh MU.
Musim ini The Reds boleh dikatakan gagal, namun musim depan saya optimis The Reds mampu menggapai takhta tertinggi Premier League. Berbekal kematangan tim saat ini dan ditambah dengan konsistensi permainan, niscaya gelar Premier League akan singgah di pelataran Anfield.
Bravo The Reds! YNWA....

.jpg)



Bahkan Chelsea pun, yang sempat tampil inkonsisten sepanjang musim ini mampu meraih satu gelar.
ReplyDeleteTorres memang mampu membuat permainan Liverpool menjadi atraktif, tapi sayangnya ia belum mampu membawa Liverpool menjuarai satu pun gelar musim ini.
Selamat menikmati 'puasa gelar' musim ini.
tapi, musim depan bakalan kenyang gelar.
ReplyDeleteJust wait and see!