B : Kenapa lw?
A : wah, gw kesel banget ngeliat Malaysia yang berani-beraninya mengklaim Tari Pendet di iklan pariwisatanya.
B : oww...
A : nggak puas apa si Malingsial itu udah merebut Pulau Sipadan dan Ligitan dari pangkuan ibu pertiwi?? Gw sebagai anak bangsa sejati amat tersinggung sama perlakuan Malaysia itu!
B : begitu ya. emangnya lw tahu Tari Pendet berasal dari mana?
A : heh? dari mana ya? dari Jawa Timur kali...
B : lah? masa gitu aja gak tahu. Tari Pendet itu dari Bali cuy...
A : ya ilah, gw cuma pura-pura gak tahu kali.
B : kalau begitu, lw emangnya tahu di mana letak Pulau Sipadan dan Ligitan?
A : ya di sebelah Singapura lah. deket-deket Batam kan??
B : heh, kalo ga tahu gak usah sok tahu deh. Sipadan dan Ligitan itu kan letaknya deket Kalimantan Timur sana.
A : masa??
B : yah elah, ngaku-ngaku anak bangsa sejati tapi gak tahu tanah airnya sendiri kayak apa. gimana lw mau melindungi bangsa ini, sementara lw gak tahu apa yang harus lw lindungin dari bangsa ini???
A : hehehe, maap deh! maklum namanya juga terbakar emosi...
Percakapan di atas merupakan secercah cerita yang banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat saat ini. Banyak sekali rakyat yang terserang virus NasDak (Nasionalisme Dadakan) ketika mendapati kenyataan bahwa kebudayaannya sudah diklaim oleh negara tetangga. Sungguh ironis melihat realita bahwa sebenarnya banyak rakyat Indonesia sendiri yang tidak sepenuhnya mengetahui seluk beluk negaranya sendiri sehingga tidak bisa menjaga unsur-unsur kebudayaan nasional yang sudah ada sejak jaman nenek moyang dahulu kala dari cengkeraman negeri lain. Memang sudah seharusnya nasionalisme itu benar-benar dibangun atas dasar sama rasa dan sama tahu.
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah anda juga sudah terjangkit virus NasDak ini?


.jpg)



0 comment(s):
Post a Comment