Kamu hidup dari apa yang kamu beri dan kamu belajar dari apa yang kamu dapat.
(Bisuk Abraham Sisungkunon Gultom)

Wednesday, 31 March 2010

How to reduce sleeping time in a healthy way?

Dalam beberapa hari belakangan, waktu tidur telah menjadi musuh dalam selimut bagi saya. Saya harus menjalani waktu tidur sekitar 8 - 11 jam yang mana waktu tidur sepanjang itu sangat mengganggu produktivitas saya dalam menjalani keseharian. Terinspirasi oleh blog ini, saya ingin memberikan tips bagaimana cara mengurangi waktu tidur secara simultan.
  1. Perbaiki gaya hidup, seperti : hentikan merokok, lebih sering olah raga, dsb agar kualitas tidur anda menjadi lebih baik.
  2. Potonglah waktu tidur secara perlahan! Misal apabila setiap hari anda tidur 8 jam, maka jangan langsung memotongnya menjadi 6 jam. Kurangi sedikit demi sedikit, sekitar 20 - 30 menit. Jika telah berhasil, kurangi lagi 20 - 30 menit, dan begitu seterusnya. Pengurangan waktu tidur tidak hanya dilakukan dengan bangun lebih awal, namun dapat juga dengan tidur lebih larut. Jadwal tidur yang baru ini harus dijalankan dengan konsisten agar tubuh tidak kesulitan beradaptasi dan tidak mengganggu ritme suhu tubuh.
  3. Acuhkan godaan hibernasi saat liburan / weekend! Tidur terlalu lama saat liburan dapat memicu insomnia dan membuat tidur tidak lelap.
Pertanyaan - pertanyaan yang sering muncul seiring dengan pemotongan waktu tidur :

Sampai berapa jamkah kita harus memotong waktu tidur? Adakah batasan tertentu?
Pertanda jam tidur kita tidak dapat dikurangi lagi adalah kita kesulitan bekerja dan berkonsentrasi sepanjang hari, dan kelelahan menyerang kita berkali-kali di waktu acak pada suatu hari.

Bukankah tidur lebih lama dapat mengganti jam tidur yang terpakai saat waktu kerja?
Pernyataan di atas kurang tepat sebab tahapan tid
ur lelap seseorang (saat di mana seseorang benar-benar tertidur pulas) terjadi pada 3 - 4 jam pertama saat kita tidur dan sisanya didominasi oleh tidur fase kedua (saat di mana orang mudah dibangunkan) dan fase Rapid Eye Movement (saat di mana 95% orang mengalami mimpi pada tahap ini). Fase REM dan tidur fase kedua tidak berdampak penuh terhadap pemulihan fisik tubuh. Jadi, apabila kita memperpanjang waktu tidur kita di hari libur, sebenarnya kita hanya memperbanyak tahap tidur REM, yang tidak begitu berarti dalam mengembalikan fungsi fisik tubuh. Jika memang kita mau membayar energi yang terbuang, tidur siang secara benar dan regular (+/- 45 menit) sebenarnya sudah cukup bagi kita.

Demikian tips ini saya akhiri. Semoga bermanfaat. Keep healthy and be more productive!